Profil Penggunaan Obat Kortikosteroid Pada Pasien Rawat Jalan Di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung

  • Ida Lisni Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
  • Nenden Ufiyani Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
  • Entris Sutrisno Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
Keywords: Kortikosteroid, metilprednisolon, retrospektif

Abstract

Kortikosteroid mempunyai spektrum indikasi yang luas dapat digunakan sebagai terapi pengganti, menekan peradangan dalam berbagai penyakit inflamasi dan juga untuk autoimun.  Namun dengan spektrum indikasi yang luas dan penggunaanya yang berpekepanjangan dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti chusing sindrom, hiperglikemia, hipertensi, dll . Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  gambaran penggunaan  obat kortikosteroid pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit dan untuk menilai ketepatan pemberian obat kortikosteroid berdasarkan dosis dan potensi interaksi obat.  Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Metode penelitian ini meliputi penetapan kriteria pasien yang akan dikaji, penetapan kriteria obat dan menetapkan kriteria penggunaan obat, kemudian dilakukan pengumpulan atau pengorganisasian data, pengkajian data secara kuantitatif dan kualitatif lalu dilakukan pengambilan keputusan serta saran.  Jumlah resep pasien rawat jalan yang menggunakan obat kortikosteroid selama bulan Februari 2018 sebanyak 290 resep. Pasien yang paling banyak menerima obat kortikosteroid adalah pasien perempuan (59,40%) pada usia dewasa (68,63%) dengan obat yang paling banyak diresepkan adalah metilprednisolon 4 mg (28,97%). Dosis yang diberikan terdapat dosis lebih (1,14%), dosis kurang (1,90% ) dan dosis tepat (96,96%). Sedangkan potensi interaksi obat yang terjadi yaitu pada tingkat mayor (40,38%) dan moderat (69,23%) dengan mekanisme secara farmakokinetik (42,11%) dan interaksi secara farmakodinamik (57.89%).

References

Alangari, A. (2014). Corticosteroids in the treatment of acute asthma. Annals of Thoracic Medicine, 9(4), 187.
Baxter, K. (2008). Stockley’s Drug Interactions. Stockley’s Drug Interactions (8th ed.). London: Phamaceutical Press.
Brunton, L. L., Chabner, B. A., & Knollmann, B. C. (2011). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (12th ed.). United State: McGraw-Hill.
Brunton, L., Parker, K., Blumenthal, D., & Buxton, L. (2008). Goodman & Gilman’s Manual of Pharmacology and Therapeutics. Academic Medicine. United State: McGraw-Hill.
Fuhlbrigge, A. L., & Kelly, H. W. (2014). Inhaled corticosteroids in children: Effects on bone mineral density and growth. The Lancet Respiratory Medicine, 2(6), 487–496.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016.
Katzung, B. G., & Trevor, A. J. (2015). Basic & Clinical Pharmacology (13th ed.). United State: McGraw-Hill.
Pilkey, J., Streeter, L., Beel, A., Hiebert, T., & Li, X. (2012). Corticosteroid-Induced Diabetes in Palliative Care. Journal of Palliative Medicine, 15(6), 681–689.
Russo, E., Ciriaco, M., Ventrice, P., Russo, G., Scicchitano, M., Mazzitello, G., & Scicchitano, F. (2013). Corticosteroid-related central nervous system side effects. Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics, 4(5), 94.
Sweetman, S. C. (2009). Martindale: The Complete Drug Reference (30th ed.). London: Prahmaceutical Press.
Trevor, A. J., Katzung, B. G., Krudering-Hall, & Marieke. (2015). Katzung & Trevor’s Pharmacology Examination & Board Review. United State: McGraw-Hill.
Whalen, K. (2015). Lippicott Illustrated Reviews: Pharmacology. (R. Finkel & T. A.Panavelil, Eds.) (6th ed.). China: Wolters Kluwer.
Published
2019-09-16