ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA TEGAL (BERDASARKAN PERMENKES NO 74. TAHUN 2016)

  • Sari Prabandari Politeknik Harapan Bersama
  • Adilla Prabasiwi Politeknik Harapan Bersama
Keywords: Puskesmas, waktu tunggu, obat racikan, obat non racikan, Permenkes No 74 Tahun 2016

Abstract

Sebagai pelayanan kesehatan dasar di Kecamatan, Puskesmas harus memperhatikan hal-hal yang terkait dengan pelayanan  farmasi  terutama waktu tunggu pelayanan obat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan, berdasarkan Permenkes No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan yaitu bulan Mei 2019 – September 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh resep di Puskesmas wilayah Kota Tegal. Sampel berasal dari puskesmas kecamatan terpilih yang mewakili setiap kecamatan. Sampel berjumlah 100 resep secara random dimana terdiri dari resep obat jadi dan obat racikan. Analisis dan evaluasi lamanya waktu tunggu mengacu pada Permenkes No 74 Tahun 2016. Sumber data penelitian primer dan alat dalam penelitian ini adalah berupa  lembar  observasi waktu tunggu resep dan pedoman wawancara mendalam terhadap SDM instalasi farmasi Puskesmas.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Di Kota Tegal menurut Permenkes No 74 tahun 2016 telah memenuhi syarat yaitu 6,42 menit atau  ? 15 menit untuk obat jadi, dan 11,68 menit ? 30 menit untuk obat racikan.

References

Arlym., L. (2010). Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta Tahun 2010. Depok. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.
Departemen Kesehatan RI. 2006. PedomanPelayananKefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
PeraturanMenteri Kesehatan RI Nomor 74 tahun 2016 tentangStandar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
Dahlan, M. Sopiyudin. (2010). Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Salemba Medika.
Danyel Suryana, 2018, Upaya Menurunkan Waktu Tunggu Obat Pasien Rawat Jalan dengan Analisis Lean Hospital di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Atma Jaya, Jurnal ARSI Universitas Indonesia, volume 4 no 2, http://jounal.fkm.ui.ac.id/arsi/article/download/2553/780
Hartono, B. (2010) Manajemen Pemasaran untuk Rumah Sakit. Jakarta: Rineka Cipta. Nurma K Purwandari, dkk. 2017. Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Rawat di Depo Farmasi Gedung MCEB RS Islam Sultan Agung Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 5(1): 103-110.
Kusumarini P, Dwiprahasto I, Wardani PE. Penerimaan Dokter dan Waktu Tunggu Pada Peresepan Elektronik dibandingkan Peresepan Manual. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. September 2011 . 14 (03): 133 – 138
Megawati, Lukman Hakim dan Dolly Irbantoro. Penurunan Waktu Tunggu Pelayanan Obat Rawat Jalan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Baptis Batu. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 2015; 28 (2): 163-168.
Nurjanah I, Maramis FRR, Engkeng S. Hubungan Antara Waktu Tunggu Pelayanan Resep dengan Kepuasan Pasien di Apotek Pelengkap Kimia Farma Blu PROF. DR. R.D. Kandou Manado.Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. Februari 2016;5(1):362-370
Purwanto, et al. (2015). "Faktor Penyebab Waktu Tunggu Lama di Pelayanan Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Blambangan." Jurnal Kedokteran Brawijaya 28(2): 159-163.
Suripto (2013) Gambaran Pengetahuan, Masa Kerja Petugas dan Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi RSUD Surakarta Tahun 2013.
Siregar, Sri Endang. 2018. Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Skripsi. Medan: Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
Published
2019-12-18