AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BIJI KLABET, BUAH MENGKUDU, DAN BIJI JINTAN HITAM DIBANDINGKAN DENGAN MASING-MASING EKSTRAKNYA PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN

  • Ida Musfiroh Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran
Keywords: Biji Klabet, Biji Jintan Hitam, Buah Mengkudu, Diabetes

Abstract

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa kombinasi ekstrak etanol biji klabet (Trigonella foenum graecum L.) pada dosis 1 g/kg BB, buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada dosis 0,5g/kg BB, dan biji jintan hitam (Nigella sativa L.) pada dosis 1g/kg BB memberikan aktivitas antidiabetes pada tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Penilitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol tumbuhan tersebut (disingkat menjadi uji 1) jika dibandingkan dengan masing-masing ekstraknya (uji 2, uji 3, dan uji 4 secara berurutan). Glibenklamid pada dosis 0,45 mg/kg BB digunakan sebagai kontrol positif dan aloksan pada dosis175 mg/kg BB digunakan sebagai kontrol negatif. Metode pengukuran kadar glukosa darah dilakukan dengan menggunakan glukometer Accu check dengan metode enzimatik menggunakan strip test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji 1, uji 2, uji 3, dan uji 4 berpengaruh secara signifikan (sig. ? < 0,05) terhadap kontrol negatif. Uji 1 memberikan aktivitas antidiabetes paling baik pada hari ke-4 setelah perlakuan, dengan persentase penurunan kadar glukosa darah relatif paling tinggi sebesar 60,39%, diikuti oleh kontrol positif sebesar 53,36%, uji 3 sebesar 47,73%, uji 2 sebesar 37,49% dan uji 4 sebesar 37,03%. Namun, secara statistik, aktivitas antidiabetes yang dihasilkan oleh uji 1 tidak berbeda signifikan terhadap kontrol positif, uji 2, uji 3, dan uji 4.

Published
2019-12-10