ISOLASI DAN KARAKTERISASI GELATIN DARI KULIT IKAN LELE (Clarias gariepinus) DAN TULANG IKAN GURAME (Osphronemus gourami, Lac) SEBAGAI LIMBAH

  • Lilis Tuslinah Program Studi Farmasi, STIKes Bhakti Tunas Husada Tasikmalaya
  • Winda Trisna Wulandari Program Studi Farmasi, STIKes Bhakti Tunas Husada Tasikmalaya
  • Ruswanto Program Studi Farmasi, STIKes Bhakti Tunas Husada Tasikmalaya
Keywords: Gelatin, kolagen, kulit ikan lele, tulang ikan gurame

Abstract

Gelatin merupakan suatu zat yang diperoleh melalui hidrolisis parsial kolagen dari kulit, jaringan ikat putih dan tulang hewan. %. Pada penelitian ini dilakukan isolasi, karakterisasi  dan uji mutu gelatin dari kulit ikan lele (Clarias gariepinus) dan tulang ikan gurame (Osphronemus gourami, Lac) yang merupakan limbah dalam suasana  asam untuk proses hidrolisis kolagen. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan spektrum gelatin hasil isolasi dengan gelatin pembanding  memberikan spektrum yang hampir sama, yaitu masing-masing memiliki serapan pada daerah bilangan gelombang 1653 cm-1 dan 1651,07 cm-1 merupakan gugus C=O pada amida yang menunjukkan rantai ?-helix sebagai struktur khas dari gelatin serta memiliki pola spectrum yang sama pada daerah sidik jarinya.

Berdasarkan uji mutu gelatin yang diperoleh dari kulit ikan lele dan tulang ikan gurame  adalah  masing- masing rendemen 4,23% dan 4,33%;  kadar abu 0,02%  dan 1,56%;  susut pengeringan 6,79% dan 12,39%; derajat keasaman 6,70 dan 6,03 serta kadar gelatin 48,515% dan 57,46% sehingga limbah ini bisa dijadikan sumber gelatin yang halal

References

Badan Pengawasan Obat dan Makanan. 2001. Kodeks Makanan Indonesia. Jakarta
Badan Pusat Statistik. 2007. Statistik Perdagangan Luar Negeri Impor. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Gelatin Manufacturers Institute of America. 2012. Gelatin Handbook. United States Of America
Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 2014. Laporan Tahunan Produksi Tahun 2013. Jakarta:
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
Alfaro AT, FC Biluca, C Marquetti, IB Tonial, NE de Souza. 2014. African catfish (Clarias gariepinus) skin gelatin:
Extraction optimization and physical-chemical properties. Food Research International, (65): 416-422.
De Man, J.M. 1997. Kimia Makanan. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Harmita. 2015. Analisis Fisikokimia Potensiometri dan Spektroskopi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
KEMENPERIN RI, 2014. Komoditi Ekspor Impor. www.kemenperin.go.id. [10 Februari 2016].
Lean, M. 2013. Ilmu Pangan, Gizi dan Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nagai T., N.Suzuki. 2000. Isolation of collagen from fish waste material-skin, bone, and fins. Food Chemistry, (68):
277–281.
Peranginangin, R. 2007. Teknologi ekstraksi gelatin secara asam dari kulit ikan sebagai bahan pangan dan farmasi.
Prosiding Simposium Nasional Hasil Riset Kelautan dan Perikanan.
Puspawati NM, IN Simpen, INS Miwada. 2012. Isolasi gelatin dari kulit kaki ayam broiler dan karakterisasi gugus
fungsinya dengan spektrofotometri FTIR. Jurnal Kimia, 6(1): 79-87.
Rohman, A. 2012. Pengembangan dan Analisa Produk Halal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rohman, A. 2014. Spektroskopi Inframerah dan Kemometrika Untuk Analisis Farmasi. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
SNI 06-3735. 1995. Mutu dan Cara Uji Gelatin. Jakarta: Dewan Standarisasi Nasional.
Ward A.G., A.Courts. 1977. The Science and Technology of Gelatin. United States of America: Academic Press.
Zhou P., J.M.Regenstein. 2005. Effects of alkaline and acid pretreatments on alaska pollock skin gelatin extraction.
Journal of Food Science, 70(6): 392–396.
Published
2019-06-03